KOMPASINDOTV.COM, MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Landen Marbun, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban di Kota Medan, terutama di tengah berkembangnya berbagai isu sensitif yang berpotensi memicu keresahan.
Landen Marbun yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di wilayah Medan Utara ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Medan. Selain aktif di dunia politik, ia juga memiliki kiprah panjang di bidang sosial sebagai Ketua Lions Club Medan-Thamrin selama lebih dari 20 tahun.
Dalam berbagai kesempatan, Landen dikenal sebagai sosok yang vokal dan kritis terhadap kebijakan publik yang dinilai kurang berpihak kepada masyarakat. Salah satu pernyataannya yang menjadi perhatian publik adalah saat menanggapi Surat Edaran Wali Kota Medan pada Februari 2026 terkait pengaturan perdagangan daging babi. Ia menilai, pemerintah seharusnya lebih fokus pada penanganan persoalan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan Belawan dan Medan Utara yang masih rawan konflik sosial seperti tawuran, perjudian, dan peredaran narkoba, terutama menjelang bulan Ramadan.
Terkait kasus dugaan teror berupa penemuan kepala anjing dan babi di wilayah Kecamatan Namorambe dan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Landen Marbun mengaku telah menerima berbagai masukan dari sejumlah pihak. Ia menilai peristiwa tersebut berpotensi menjadi upaya untuk menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
“Situasi seperti ini harus kita sikapi dengan tenang dan bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan isu yang berkembang di tingkat nasional, namun menegaskan bahwa stabilitas daerah harus tetap menjadi prioritas bersama.
Sebagai anggota DPRD Sumut dengan basis massa yang luas dan posisi strategis di parlemen, Landen Marbun menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam meredam potensi konflik sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kota Medan adalah barometer keamanan di Sumatera Utara. Jika Medan kondusif, maka daerah lain juga akan ikut stabil. Untuk itu, mari kita jaga bersama suasana damai dan saling menghormati,” tegasnya.
Landen juga mengingatkan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan dalam menjaga harmoni sosial, khususnya menjelang momentum penting seperti bulan suci Ramadan.
Dengan semangat kebersamaan dan kewaspadaan, diharapkan masyarakat dapat tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat merusak keharmonisan sosial di Sumatera Utara.

