Kolaborasi Pos Properti-Ruma Development Jawab Kebutuhan Hunian Milenial Jabodetabek

KOMPASINDOTV.COM, Perkembangan kawasan hunian di Kota Depok terus bergerak seiring tingginya kebutuhan tempat tinggal, khususnya bagi milenial dan keluarga muda. Kondisi ini sejalan dengan laporan Indonesia Residential Market Report 2023 & Outlook 2024 yang dirilis Pinhome, yang mencatat bahwa pada kuartal I 2024 penjualan rumah di wilayah Jabodetabek didominasi oleh pembeli dari kalangan milenial dengan porsi mencapai 55 persen. Segmen usia produktif ini umumnya memiliki preferensi pada hunian yang terjangkau, dekat transportasi publik, serta fasilitas perkotaan.

Menangkap peluang tersebut, PT Pos Properti Indonesia menjalin kerja sama dengan Ruma Development untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan perumahan di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Proyek ini dikembangkan oleh Ruma Developments, dengan dukungan RumaID sebagai property marketing, untuk menjangkau segmen pasar yang tepat sasaran.

Pengembangan perumahan ini berada di atas lahan seluas 7.925 meter persegi dan diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 unit rumah*. Proyek hunian ini secara khusus menyasar segmen milenial dan keluarga muda dengan rentang harga Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar, yang merupakan target pasar utama di kawasan Cibubur dan sekitarnya. Segmen tersebut tercatat mendominasi pasar perumahan menengah di Depok, seiring meningkatnya jumlah pembeli rumah pertama (first-time buyers).

Chief Business Development & Hospitality Officer PT Pos Properti Indonesia, Endro Tjahjono, mengatakan bahwa pengembangan hunian di Harjamukti difokuskan untuk menciptakan pengalaman tinggal yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat urban saat ini. “ Sekarang orang cari rumah itu bukan cuma buat ditinggali. Mereka ingin lingkungan yang nyaman dan bisa mendukung aktivitas sehari-hari, dan itu yang kami coba hadirkan lewat pengembangan hunian di Harjamukti ini” ujar Endro.

Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, Aldhita Prayudhiputra, menambahkan bahwa pengembangan hunian di Harjamukti ini mengadopsi pendekatan urban living yang menyesuaikan kebutuhan generasi muda masa kini. “Pengembangan hunian ini kami rancang dengan pendekatan urban living, yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan milenial dan keluarga muda yang beraktivitas di kawasan Jabodetabek. Lokasinya strategis, dekat pusat aktivitas dan transportasi publik, sehingga dapat mendukung kebutuhan bekerja, mobilitas harian, hingga waktu berkualitas bersama keluarga,” ujar Aldhita.

Indonesia Residential Market Report 2024 & Outlook 2025 mencatat bahwa wilayah Depok mengalami pertumbuhan transaksi rumah di segmen lower-middle hingga upper-middle, termasuk peningkatan hingga 340% untuk segmen lower-middle houses dibandingkan 2023. Laporan juga menyebut bahwa operasional LRT Jabodebek memberikan dampak positif terhadap minat beli properti di Depok, menunjukkan hubungan kuat antara infrastruktur dan pertumbuhan permintaan hunian di kawasan.

Lokasi perumahan ini dinilai strategis karena berada dekat dengan berbagai fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat. Kawasan Harjamukti memiliki akses yang relatif dekat dengan Lintas Rel Terpadu (LRT) Harjamukti, yang merupakan bagian dari jaringan transportasi publik Jabodebek. Sejumlah laporan pasar properti menunjukkan bahwa hunian yang berada di sekitar koridor transportasi publik cenderung memiliki tingkat permintaan dan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kawasan non-transit.

Knight Frank Indonesia dan Cushman & Wakefield Indonesia dalam kajian pasar propertinya mencatat adanya price premium hunian di kawasan transit-oriented development (TOD) pada kisaran satu digit hingga belasan persen, tergantung lokasi dan aksesibilitas kawasan.

Temuan ini juga sejalan dengan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.

Dalam konteks Jabodebek, laporan Pinhome dalam Indonesia Residential Market Report 2024 & Outlook 2025 turut mencatat bahwa kawasan hunian di sekitar jaringan transportasi publik, termasuk LRT, menunjukkan minat pencarian dan transaksi yang lebih kuat dibandingkan kawasan non-transit. Selain faktor transportasi, keberadaan kawasan komersial seperti Cibubur Junction juga memperkuat daya tarik lokasi dengan mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian masyarakat sekitar.

Selain faktor lokasi, proyek perumahan ini juga dirancang dengan dukungan fasilitas publik yang lengkap, sejalan dengan tren hunian 2026 yang menempatkan kenyamanan dan fungsi hidup sehari-hari sebagai pertimbangan utama konsumen. Hunian dengan akses transportasi, fasilitas komersial, serta lingkungan yang mendukung aktivitas keluarga muda menjadi preferensi utama di tengah perubahan pola hidup masyarakat urban.

Pengembangan perumahan di Harjamukti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan hunian di Depok, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. Ke depan, kerja sama antara Pos Properti Indonesia dan Ruma Development diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan hunian di kawasan penyangga Jakarta, seiring meningkatnya kebutuhan perumahan serta berlanjutnya pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur di wilayah Jabodetabek.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *