KOMPASINDOTV.COM, JAKARTA, Kamis (12/2/2026) – Penyelenggaraan Jakarta International Jewellery Fair 2026 (JIJF 2026) yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Jakarta mencatat antusiasme tinggi dari masyarakat. Digelar menjelang momentum Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri, pameran ini dinilai tepat waktu karena bertepatan dengan periode meningkatnya permintaan perhiasan di pasar domestik.
Sejak hari pertama pembukaan, pengunjung tampak memadati area pameran untuk melihat koleksi terbaru sekaligus memanfaatkan kesempatan berbelanja emas. Selain sebagai pelengkap penampilan di momen perayaan, perhiasan emas juga dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif stabil.
CEO PT Sinar Fajar Group (UBS Gold), Fatmawati, menyampaikan bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia menunjukkan kecenderungan unik, yakni membeli perhiasan sebagai bagian dari strategi menabung.
“Di Indonesia, berhias sering kali dimaknai juga sebagai bentuk investasi. Banyak pengunjung datang untuk mencari model terbaru, karena selain digunakan, emas juga memiliki nilai yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/2).
Dalam ajang JIJF 2026, UBS Gold menghadirkan sejumlah koleksi eksklusif yang dirancang khusus untuk pameran. Produk-produk tersebut dikembangkan mengikuti tren global dan preferensi pasar lokal yang semakin modern.
Tren yang saat ini paling diminati adalah perhiasan rose gold serta kombinasi emas dengan mutiara. Desain yang elegan namun tetap kontemporer membuat koleksi tersebut diminati berbagai kalangan, baik untuk kebutuhan personal maupun hadiah di momen spesial.
Dengan tingginya minat pengunjung selama periode 12–15 Februari 2026, manajemen UBS Gold optimistis target penjualan dapat tercapai. Partisipasi dalam JIJF 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat penjualan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan inovasi desain terbaru kepada konsumen Indonesia.
Melalui pameran ini, UBS Gold menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk perhiasan berkualitas yang memadukan nilai estetika dan investasi dalam satu kesatuan.

