DPP DARAM Satukan Ratusan Perantau Minang, Perkuat Implementasi ABS-SBK dan Siapkan Islamic Center Minangkabau Bertaraf Internasional

KOMPASINDOTV.COM, Jakarta, 1 Agustus 2026 – Dewan Pimpinan Pusat DARAM (DPP DARAM) sukses menyelenggarakan Kajian Adat Minangkabau di Kampus UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (1/8). Kegiatan bertema “Pemahaman dan Implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK): Syarak Mangato, Adat Mamakai di Minangkabau” ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Minangkabau, khususnya para perantau di Jabodetabek.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang melampaui kapasitas ruangan. Dari sekitar 400 undangan yang disiapkan panitia, lebih dari 600 peserta hadir untuk mengikuti kajian yang menghadirkan tokoh adat, ulama, akademisi, organisasi perantau, dan berbagai elemen masyarakat Minangkabau.

Ketua Umum DPP DARAM, Buya Dr. Elfa, menyampaikan apresiasi atas besarnya minat masyarakat terhadap kajian yang membahas nilai-nilai adat dan keislaman tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah masih memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Alhamdulillah, kehadiran peserta jauh melebihi perkiraan kami. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Minangkabau masih memiliki kepedulian yang kuat untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai adat yang berpijak pada ajaran Islam,” ujar Buya Dr. Elfa.

Ia menjelaskan bahwa ABS-SBK bukan sekadar warisan budaya, tetapi merupakan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara nilai agama dan adat, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat Minangkabau yang berkarakter, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

DPP DARAM berkomitmen menjadikan kajian ini sebagai agenda berkelanjutan dengan menghadirkan tema-tema yang lebih aplikatif sehingga dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, budaya, dan keagamaan yang dihadapi masyarakat Minangkabau, khususnya generasi muda.

Buya Dr. Elfa juga mengajak generasi muda Minangkabau untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian adat dan budaya agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Dr. Elfa turut memaparkan rencana strategis DPP DARAM untuk membangun Islamic Center Minangkabau bertaraf internasional. Saat ini, organisasi tengah menyusun tahapan realisasi proyek, termasuk melakukan survei terhadap sejumlah lokasi yang dinilai memenuhi aspek legalitas, aksesibilitas, luas lahan, serta kesiapan infrastruktur.

Islamic Center tersebut dirancang sebagai pusat dakwah, pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan peradaban Minangkabau. Kawasan itu juga direncanakan dilengkapi Rumah Gadang sebagai ikon budaya yang merepresentasikan identitas Minangkabau di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, DPP DARAM membuka peluang kolaborasi dengan para investor, tokoh masyarakat, dan perantau Minangkabau yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan umat dan pelestarian budaya. Lahan yang diperoleh nantinya akan dikelola sebagai aset wakaf atau hibah guna mendukung keberlangsungan pusat kegiatan tersebut.

Kajian Adat Minangkabau ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan perantau Minangkabau, memperkokoh implementasi nilai-nilai ABS-SBK, sekaligus mendorong lahirnya program-program strategis yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Tentang DPP DARAM

DPP DARAM merupakan organisasi yang berkomitmen dalam penguatan nilai-nilai adat, keislaman, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat Minangkabau melalui berbagai kegiatan kajian, pembinaan, dan program sosial yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *