KOMPASINDOTV.COM, TANGERANG — PT Sanfile Manggala Farma memperkenalkan layanan manufaktur kosmetik dan personal care melalui konsep OEM, ODM, maklon hingga pengembangan brand dalam ajang CosmoBeaute Indonesia 2026.
Pameran industri kecantikan yang memasuki penyelenggaraan ke-19 tersebut berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Hall 5–9, Tangerang, Banten.
Pada hari pertama, Kamis (1/10/2026), Founder PT Sanfile Manggala Farma, Kho Susanto, didampingi CEO Alicia Tanny, menyampaikan berbagai layanan dan peluang kerja sama yang ditawarkan perusahaan kepada pemilik brand, pelaku usaha dan UMKM.
Kho Susanto mengatakan, kehadiran Sanfile Manggala Farma di industri kosmetik didukung teknologi dan fasilitas manufaktur yang dikembangkan untuk memperkuat industri kosmetik nasional serta membuka peluang produk Indonesia bersaing di pasar internasional.
“Sanfile Manggala Farma hadir di bidang kosmetik dengan dukungan teknologi untuk memperkuat industri kosmetik Indonesia agar dapat bersaing di kancah dunia,” ujar Kho saat ditemui awak media di booth perusahaan.
Menurutnya, CosmoBeaute Indonesia 2026 menjadi salah satu momentum penting karena merupakan salah satu pameran yang diikuti Sanfile Manggala Farma dalam memperkenalkan layanan dan ekosistem manufakturnya kepada pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Alicia Tanny menjelaskan bahwa produk dan layanan yang ditawarkan Sanfile mencakup sejumlah kategori, termasuk oral care dan produk personal care lainnya.
“Mulai dari oral care, kemudian ada produk-produk yang lebih spesifik sesuai bidang yang kami kerjakan. Jadi bukan hanya satu kategori, cukup lengkap,” jelas Alicia.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan perusahaan adalah kemampuan mengembangkan produk secara lokal. Sanfile Manggala Farma menangani proses pengembangan dari tahap awal, termasuk perancangan konsep dan formulasi, hingga menjadi produk siap dipasarkan.
“Kami benar-benar lokal dan kami membuat sendiri. Kami menerima kebutuhan dari partner untuk merancang produk dari nol sampai menjadi produk,” ungkap Alicia.
Sanfile Manggala Farma juga menyediakan layanan OEM (Original Equipment Manufacturer), ODM (Original Design Manufacturer), maklon atau contract manufacturing, toll manufacturing, exclusive distribution, private brand, licensing atau brand licensing, hingga joint development dan co-creation.
Layanan tersebut didukung fasilitas produksi, laboratorium Research and Development (R&D), pengembangan formulasi, pengujian sampel, produksi, registrasi, sertifikasi hingga pengiriman produk.
Kategori produk yang dapat dikembangkan meliputi makeup dan produk dekoratif, skincare, hair care, body care, parfum, oral care dan pasta gigi serta berbagai kebutuhan personal care lainnya.
Sanfile Manggala Farma juga menawarkan proses pengembangan produk secara terintegrasi. Tahapannya dapat dimulai dari konsultasi, penentuan konsep, pengembangan formula, pembuatan sampel, evaluasi dan revisi, proses registrasi serta sertifikasi, produksi hingga pengiriman.
Dengan konsep tersebut, Sanfile tidak hanya memposisikan diri sebagai manufaktur, tetapi membangun ekosistem yang dapat mendukung perjalanan bisnis partner dari tahap pengembangan hingga produk siap masuk pasar.
Alicia mengatakan, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM yang ingin memulai atau mengembangkan brand sendiri.
“Untuk UMKM di Indonesia, kami memang ingin memberikan support. Bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga dari sisi R&D dan bahan baku. Jadi jangan takut untuk memulai,” katanya.
Dukungan terhadap pelaku usaha juga disampaikan Kho Susanto. Menurutnya, Sanfile memberikan sejumlah fasilitas untuk membantu partner dalam proses pengembangan produk, termasuk dukungan terkait pendaftaran dan kebutuhan awal pengembangan brand sesuai skema kerja sama.
“Dari sisi produk, kami memberikan fasilitas kepada teman-teman yang bekerja sama dengan kami, termasuk free sale dan free pendaftaran Depok,” ujar Kho.
Selain kemampuan manufaktur, Sanfile Manggala Farma juga didukung fasilitas produksi, ruang mixing, area filling dan proses, serta laboratorium R&D. Perusahaan turut mencantumkan penerapan standar CPKB dan CDKB, sertifikasi halal, laboratorium dengan standar internasional, dukungan bahan baku melalui sister company, packaging, tim legal serta sistem distribusi terintegrasi.
Menurut Alicia, pendekatan tersebut membuat perusahaan dapat menawarkan layanan one stop solution kepada partner, mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan berskala besar.
“Jadi kami siap menjadi one stop solution. Mulai dari UMKM sampai yang terbesar, semuanya bisa kami dukung sesuai kebutuhannya,” jelasnya.
Melalui keikutsertaannya di CosmoBeaute Indonesia 2026, PT Sanfile Manggala Farma juga ingin membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan pelaku industri kecantikan dan memperkenalkan kemampuan manufaktur dalam negeri.
Alicia berharap perkembangan industri kosmetik Indonesia dapat terus meningkat dan semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani membangun brand serta mengembangkan produknya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri kosmetik dan berharap regulasi dapat terus mendukung perkembangan manufaktur lokal.
“Pemerintah kita sudah sangat memberikan dukungan kepada industri Indonesia. Kami hadir untuk menjadi bagian dari kemajuan tersebut,” tutur Alicia.
Dengan fasilitas produksi, kemampuan R&D, layanan regulasi dan sertifikasi serta dukungan pengembangan brand, PT Sanfile Manggala Farma terus mendorong terbentuknya ekosistem manufaktur kosmetik yang dapat melayani kebutuhan berbagai skala usaha.
Melalui konsep one stop solution, Sanfile Manggala Farma membuka peluang bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk kosmetik dan personal care, baik untuk pasar domestik maupun sebagai bagian dari langkah menuju pasar internasional.






