KOMPASINDOTV.COM, JAKARTA — Soto Semarang Hyuyan, kuliner khas Semarang dengan tagline “Segere Nampol”, turut meramaikan The Local Market.ID, Pasar Wiwitan SCBD, Every First Weekend of The Month yang digelar di SCBD Park, Jakarta, pada 3–4 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Owner Soto Semarang Hyuyan, Bagus Widyasmoro, didampingi Wahyu Nanik Darmayanti serta Sumeri, memperkenalkan cita rasa soto Semarang yang menjadi identitas usaha mereka kepada pengunjung dan awak media, Sabtu (3/10/2026).
Bagus Widyasmoro menjelaskan, Soto Semarang Hyuyan mengusung konsep kuliner khas Semarang dengan cita rasa yang otentik. Salah satu ciri utamanya adalah kuah bening yang dipadukan dengan pilihan daging ayam maupun sapi.
“Untuk Soto Semarang sendiri adalah makanan khas dari Semarang dengan cita rasa kuliner yang melekat dan otentik, dengan kuah bening serta pilihan daging ayam maupun sapi,” ujar Bagus.
Menurutnya, Soto Semarang Hyuyan berupaya mempertahankan karakter soto khas Semarang dengan menyajikan menu yang sederhana namun tetap memiliki cita rasa yang kuat.
Wahyu Nanik Darmayanti menambahkan, perjalanan Soto Semarang Hyuyan telah dimulai sejak 2011. Dalam perkembangannya, usaha tersebut telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk kawasan SCBD.
“Sejak 2011 kita sudah buka. Ada beberapa cabang, termasuk di Niaga Plaza, kawasan Al Azhar, dan beberapa lokasi lainnya. Untuk kawasan SCBD, kami juga masih terus merintis dan mengembangkan usaha,” kata Wahyu.
Kehadiran Soto Semarang Hyuyan di kawasan SCBD sendiri bukan sesuatu yang baru. Bagus mengatakan, pihaknya telah beraktivitas di kawasan tersebut sejak 2022. Sementara keikutsertaan dalam The Local Market.ID di Pasar Wiwitan SCBD menjadi bagian dari pengembangan pasar dan promosi produk UMKM.
“Kalau untuk SCBD, kita sudah dari 2022. Sekarang kita ikut The Local Market.ID yang diadakan setiap awal bulan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Soto Semarang kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Bagus.
Ia menjelaskan, menu yang ditawarkan di The Local Market.ID tetap berfokus pada produk utama, yakni Soto Semarang. Menurutnya, konsistensi menu merupakan bagian dari upaya membangun identitas brand.
“Kami lebih fokus ke sotonya, sesuai dengan brand yang kami bangun, yaitu Soto Semarang. Kami ingin masyarakat mengenal dan menikmati makanan khas Semarang melalui produk yang kami sajikan,” katanya.
Salah satu karakter yang ditonjolkan Soto Semarang Hyuyan adalah kuah bening dengan racikan bumbu yang menghasilkan cita rasa khas. Pilihan menu juga dibuat sederhana dengan fokus pada soto ayam dan pelengkap berupa sate.
Dalam satu hari, Soto Semarang Hyuyan rata-rata dapat menjual sekitar 100 porsi. Dengan kegiatan The Local Market.ID yang berlangsung selama dua hari, jumlah penjualan berpotensi mencapai sekitar 200 porsi, tergantung tingkat kunjungan konsumen.
Untuk harga, Soto Semarang Hyuyan menyesuaikan dengan lokasi penjualan. Di The Local Market.ID, satu porsi soto ditawarkan di kisaran Rp45.000–Rp40.000, sementara di lokasi SCBD harganya sekitar Rp35.000. Sate sebagai menu pelengkap dibanderol sekitar Rp7.000 di lokasi SCBD dan Rp10.000 di The Local Market.ID.
Wahyu Nanik Darmayanti mengatakan, ketertarikannya terhadap kuliner khas Semarang berangkat dari pengalaman pribadi. Sejak masih duduk di bangku SMP, ia terbiasa menikmati soto Semarang dan memiliki kedekatan dengan cita rasa kuliner tersebut.
“Saya punya pengalaman tersendiri dengan Semarang. Sejak SMP saya sudah sering makan soto ayam. Dari situ muncul keinginan untuk menghadirkan soto Semarang di Jakarta, karena menurut saya sederhana tetapi punya cita rasa yang kuat dan bisa diterima berbagai generasi,” ungkap Wahyu.
Bagus menambahkan, Soto Semarang Hyuyan saat ini terus mengembangkan usahanya melalui beberapa titik penjualan. Kehadiran di berbagai kegiatan UMKM juga menjadi sarana untuk memperluas pengenalan brand kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan penyelenggara kegiatan agar semakin banyak memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, kondisi tertentu di Jakarta terkadang berdampak terhadap aktivitas perdagangan, khususnya pelaku UMKM yang mengandalkan mobilitas masyarakat dan pekerja sebagai target pasar.
“Target market kami adalah karyawan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan sekitar. Ketika ada kondisi tertentu seperti pembatasan aktivitas atau situasi lainnya, tentu UMKM ikut terkena dampaknya. Kami berharap ke depan ada dukungan dan bantuan, terutama dalam hal promosi, sehingga UMKM bisa semakin berkembang,” ujar Bagus.
Sementara itu, Wahyu berharap kegiatan seperti The Local Market.ID dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan produk mereka.
“Harapannya promosi bisa lebih ditingkatkan, tetapi kualitas juga harus tetap dijaga. Kami ingin Soto Semarang Hyuyan terus berkembang dan bisa semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran Soto Semarang Hyuyan di The Local Market.ID SCBD sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat Jakarta. Dengan mempertahankan cita rasa soto berkuah bening dan mengusung tagline “Segere Nampol”, Soto Semarang Hyuyan terus membuka peluang untuk memperluas pasar sekaligus menjaga karakter kuliner Semarang.






