DPP GAN Nilai Pimpinan Baru BGN Hadir dengan Kombinasi Pengalaman yang Saling Melengkapi

KompasindoTV, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) menilai susunan Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional (BGN) menghadirkan kombinasi pengalaman dan kompetensi yang saling melengkapi untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi Badan Gizi Nasional saat ini tidak hanya berkaitan dengan distribusi layanan gizi, tetapi juga menyangkut tata kelola organisasi, pengelolaan anggaran, koordinasi lintas sektor, hingga penguatan sistem logistik nasional.

Karena itu, keberadaan pimpinan dengan latar belakang yang beragam dinilai menjadi kebutuhan penting.Menurut Burhanuddin, kehadiran Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN memberikan harapan baru bagi penguatan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“DPP GAN melihat komposisi pimpinan baru BGN sebagai perpaduan yang sangat strategis. Masing-masing memiliki pengalaman yang berbeda namun saling mengisi sehingga dapat memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh,” ujar Burhanuddin, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa Nanik Sudaryati Deyang membawa pengalaman panjang dalam bidang komunikasi publik, pengelolaan program strategis, dan koordinasi lintas lembaga. Pengalaman tersebut dianggap sangat relevan mengingat BGN merupakan lembaga yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dalam menjalankan berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Lulusan Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan Magister Kehutanan Universitas Gadjah Mada tersebut juga dikenal memiliki pengalaman profesional yang beragam. Sebelum bergabung dalam berbagai tugas pemerintahan, Nanik terlebih dahulu meniti karier di dunia jurnalistik yang membentuk kemampuan komunikasi, analisis kebijakan, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam perjalanan kariernya di lingkungan pemerintahan, Nanik dipercaya mengemban sejumlah tugas strategis, termasuk sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Ia juga menjabat Ketua Pelaksana Harian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Selain itu, Nanik juga pernah menduduki posisi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman yang kuat mengenai tata kelola korporasi, pengawasan, serta pengambilan keputusan strategis dalam organisasi besar.

Sementara itu, Agustina Arumsari dinilai menjadi figur yang tepat untuk memperkuat aspek pengawasan dan akuntabilitas di lingkungan BGN. Selama bertahun-tahun berkarier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Agustina banyak menangani berbagai tugas yang berkaitan dengan pengawasan keuangan negara dan investigasi.

Sebagai alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Agustina dikenal memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang audit, tata kelola, manajemen risiko, serta pengendalian internal. Pengalaman tersebut dianggap sangat penting mengingat BGN saat ini mengelola berbagai program dengan cakupan nasional dan dukungan anggaran yang terus meningkat.

Burhanuddin menilai penguatan sistem pengawasan internal menjadi salah satu kebutuhan utama BGN ke depan. Menurutnya, keberadaan Agustina di jajaran pimpinan akan membantu memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan program dapat berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Di sisi lain, Mayjen TNI Trenggono dipandang sebagai sosok yang memiliki pengalaman kuat dalam bidang kepemimpinan organisasi dan manajemen logistik. Rekam jejaknya selama bertugas di TNI Angkatan Darat memberikan pengalaman yang luas dalam mengelola sumber daya, membangun sistem operasional, serta memastikan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN, Trenggono juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Posisi tersebut memberinya pengalaman tambahan dalam pengelolaan sektor pangan dan distribusi logistik yang menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.

DPP GAN menilai pengalaman Trenggono akan sangat membantu BGN dalam memperkuat rantai pasok pangan serta memperluas jangkauan layanan gizi hingga ke daerah-daerah yang selama ini menghadapi kendala distribusi. Wilayah kepulauan, kawasan perbatasan, daerah pesisir, hingga daerah tertinggal membutuhkan sistem logistik yang kuat agar pelayanan dapat berjalan optimal.

Burhanuddin mengatakan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan lembaga dalam mengeksekusi program secara efektif di lapangan. Karena itu, aspek manajemen operasional dan distribusi menjadi faktor yang tidak kalah penting.Menurutnya, kombinasi antara kemampuan komunikasi publik, pengawasan keuangan, dan manajemen logistik yang dimiliki pimpinan baru BGN merupakan modal besar untuk memperkuat kinerja organisasi. Ketiga bidang tersebut merupakan elemen utama yang dibutuhkan dalam pengelolaan program nasional yang melibatkan banyak pihak dan menjangkau wilayah yang sangat luas.

DPP GAN juga menilai bahwa tantangan pemenuhan gizi nasional ke depan akan semakin kompleks. Selain fokus pada penyaluran makanan bergizi, pemerintah juga dituntut mampu membangun sistem yang berkelanjutan, efisien, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.Karena itu, kepemimpinan baru BGN diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target pembangunan gizi nasional.Burhanuddin menambahkan bahwa keberhasilan BGN nantinya akan tercermin dari berbagai indikator pembangunan manusia, mulai dari menurunnya angka stunting, meningkatnya kualitas kesehatan anak, membaiknya capaian pendidikan, hingga meningkatnya produktivitas generasi muda Indonesia.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang memasuki fase penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, BGN memegang peran strategis karena berhubungan langsung dengan pembangunan kualitas generasi masa depan.

“Kami melihat pimpinan baru BGN memiliki kapasitas yang kuat dan pengalaman yang saling melengkapi. DPP GAN berharap kolaborasi ketiganya mampu memperkuat kelembagaan, meningkatkan efektivitas program, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia,” kata Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa DPP GAN siap memberikan dukungan dan berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan.

“Semoga kepemimpinan baru ini mampu membawa BGN menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan gizi nasional. Kami optimistis mereka dapat menjalankan amanah besar ini dengan baik demi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *