KOMPASINDOTV.COM, TANGERANG – PT Fujita Indonesia mulai mengembangkan bisnis di industri golf dengan memanfaatkan teknologi forging yang selama ini digunakan dalam produksi komponen otomotif. Langkah tersebut diperkenalkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam Indonesia Golf Festival 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Manager PT Fujita Indonesia, Priyo Hersetiyoko, menjelaskan bahwa selama ini perusahaan bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Fujita Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 2002 dan menjadi bagian dari Fujita Iron Works Co., Ltd. yang berasal dari Jepang.
Dalam kegiatan wawancara dengan awak media di area pameran, Priyo menyampaikan bahwa pengalaman perusahaan dalam bidang manufaktur menjadi modal untuk mengembangkan produk di sektor golf, khususnya kepala stik golf atau club head.
Menurutnya, teknologi forging yang digunakan dalam proses produksi komponen otomotif dapat diterapkan untuk menghasilkan produk golf dengan tingkat presisi yang tinggi. Pengembangan ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus memanfaatkan kemampuan produksi yang telah dimiliki.
Untuk tahap awal, Fujita Indonesia memperkenalkan produk wedge dengan dua pilihan loft, yakni 52 derajat dan 56 derajat. Kedua varian tersebut dikembangkan dengan memperhatikan spesifikasi dan kebutuhan pemain golf.
Priyo mengatakan, salah satu keunggulan yang ingin ditawarkan adalah kemampuan perusahaan mengontrol proses produksi dari awal hingga akhir. Dengan pengendalian proses tersebut, perusahaan berupaya menjaga ketepatan spesifikasi produk, termasuk sudut loft pada kepala stik golf.
Selama ini, Fujita Indonesia telah memproduksi berbagai komponen untuk sejumlah merek otomotif, di antaranya Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan Toyota, serta komponen untuk kebutuhan traktor. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk mencoba mengembangkan produk di luar sektor otomotif.
Keikutsertaan dalam Indonesia Golf Festival 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk kepada pasar domestik sekaligus melakukan riset pasar. Melalui pameran ini, perusahaan ingin mengetahui respons pengunjung, komunitas golf, dan calon mitra bisnis terhadap produk yang dikembangkan.
Terkait pemasaran di Indonesia, Priyo menyampaikan bahwa perusahaan masih mempelajari potensi pasar. Harga jual dan waktu peluncuran resmi untuk pasar Indonesia belum ditetapkan.
Selain mengembangkan produk dengan merek sendiri, Fujita Indonesia juga membuka peluang kerja sama produksi dengan mitra bisnis. Peluang tersebut dapat dijajaki oleh pihak yang ingin mengembangkan produk golf dengan merek sendiri melalui skema OEM atau produksi berdasarkan pesanan.
Calon mitra, termasuk komunitas golf maupun pengelola lapangan golf, dapat menjajaki kemungkinan kerja sama sesuai kebutuhan produk dan kapasitas produksi perusahaan.
Melalui partisipasinya dalam Indonesia Golf Festival 2026, Fujita Indonesia berharap dapat memperluas jaringan bisnis di industri golf serta memperkenalkan kemampuan manufaktur perusahaan kepada segmen pasar yang lebih luas.






