Capt. H. Juswandi Kristanto Kembali Pimpin APBMI Periode 2026–2031, Dorong Efisiensi Bongkar Muat dan Biaya Logistik

KOMPASINDOTV.COM, JAKARTA – Capt. H. Juswandi Kristanto kembali dipercaya memimpin Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) untuk periode 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX APBMI 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Kembali terpilihnya Capt. Juswandi menjadi momentum bagi APBMI untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran perusahaan bongkar muat dalam mendukung efisiensi pelayanan pelabuhan dan menekan biaya logistik nasional.

Munas IX APBMI 2026 mengusung tema “Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan BUP Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien dan Berdayaguna”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara perusahaan bongkar muat dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dalam menciptakan kegiatan kepelabuhanan yang produktif, efektif, dan saling menguntungkan.

Dalam wawancara dengan awak media, Capt. Juswandi mengatakan bahwa peningkatan efisiensi pelayanan kapal menjadi salah satu faktor penting untuk menekan biaya operasional dan biaya logistik.

“Kami selalu ingin memberikan yang terbaik, memberikan pelayanan yang terbaik, membuat pelabuhan itu okupansi rasio-nya menjadi rendah sehingga tidak terjadi antrean kapal, dan bisa menurunkan biaya logistik nasional,” ujar Capt. Juswandi.

Ia menjelaskan, biaya operasional kapal dapat mencapai USD 10.000 hingga USD 50.000 per hari. Kondisi tersebut membuat kecepatan pelayanan kapal dan proses bongkar muat menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi operasional di pelabuhan.

Menurutnya, waktu bongkar muat yang biasanya membutuhkan empat hingga lima hari diharapkan dapat dipangkas menjadi sekitar satu hingga satu setengah hari. Apabila target tersebut dapat dicapai, penghematan biaya operasional berpotensi semakin besar dan berdampak terhadap biaya angkutan laut atau ocean freight.

Karena itu, APBMI mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan koordinasi dan produktivitas agar kegiatan bongkar muat berlangsung lebih cepat, tertib, dan efektif.

APBMI Dorong Kemitraan Setara dengan Badan Usaha Pelabuhan

Selain efisiensi operasional, Capt. Juswandi menekankan pentingnya hubungan kemitraan yang setara antara Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan Badan Usaha Pelabuhan.

Menurutnya, kedua pihak memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan. Oleh sebab itu, kemitraan harus dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghargai, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan perusahaan bongkar muat perlu menjadi perhatian bersama karena sektor tersebut berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan.

Capt. Juswandi juga menyoroti pentingnya koordinasi antara perusahaan bongkar muat dan perusahaan jasa pengurusan transportasi, termasuk Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), untuk mendukung kelancaran distribusi barang dari dan menuju pelabuhan.

Munas IX APBMI Perkuat Arah Organisasi

Dalam agenda pemilihan Ketua Umum APBMI, Capt. Juswandi kembali memperoleh kepercayaan secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan dari perwakilan pengurus wilayah dan cabang dari berbagai daerah.

Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk melanjutkan konsolidasi organisasi, memperkuat komunikasi antaranggota, serta memperjuangkan kepentingan perusahaan bongkar muat di tengah perkembangan industri kepelabuhanan.

Melalui kepemimpinan periode 2026–2031, APBMI diharapkan semakin aktif membangun kemitraan dengan BUP dan para pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan bongkar muat.

Dengan penguatan koordinasi dan kemitraan yang adil, APBMI diharapkan dapat berkontribusi terhadap terwujudnya ekosistem kepelabuhanan yang efisien, berdaya guna, dan mendukung penurunan biaya logistik nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *