Capt. Ade Hendriady Pimpin IPAC 2026–2029, Siapkan Program Penyaluran Kerja bagi Pilot Muda Indonesia

KOMPASINDOTV.COM, BINTARO, 1 November 2026 – Ikatan Pilot Alumni Curug (IPAC) resmi memasuki kepengurusan baru setelah Capt. Ade Hendriady dilantik sebagai Ketua Umum periode 2026–2029. Dalam kepemimpinannya, Ade menegaskan akan memprioritaskan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan industri penerbangan untuk membuka peluang kerja bagi pilot muda Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Capt. Ade Hendriady dalam wawancara dengan awak media seusai acara pelantikan dan pengukuhan Ketua Umum IPAC di Mapletree Ballroom 2 & 3, DoubleTree by Hilton Jakarta – Bintaro Jaya, Minggu (1/11/2026).

Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si, beserta jajaran pejabat eselon Kementerian Perhubungan, para pengurus Ikatan Pilot Alumni Curug, anggota alumni penerbang, serta sejumlah tamu undangan.

Ade menjelaskan, dalam jangka pendek, kepengurusan IPAC akan membangun komunikasi dan melakukan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan, khususnya perusahaan maskapai, guna membuka kesempatan kerja bagi para penerbang muda yang belum terserap di industri penerbangan nasional.

“Jangka pendek, tentu kami akan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan penerbangan. Terutama memberikan peluang bagi para pemuda yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Kami akan melakukan audiensi dengan maskapai penerbangan agar dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi mereka,” ujar Ade.

Menurutnya, persoalan kesempatan kerja bagi pilot muda menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Berdasarkan data internal yang disampaikan Ade, saat ini terdapat lebih dari 900 pilot Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sementara itu, jumlah pilot Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan diperkirakan lebih dari 1.000 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi IPAC untuk mendorong penempatan pilot Indonesia di pasar kerja internasional. Dengan semakin banyaknya pilot Indonesia yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri, diharapkan terbuka ruang bagi penerbang muda lainnya untuk mengisi kebutuhan tenaga pilot di dalam negeri.

Ade mengatakan, IPAC juga akan menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan penerbangan dan berbagai pihak yang memiliki peluang penyerapan tenaga pilot, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia mengungkapkan, dalam acara tersebut Wakil Menteri Perhubungan memberikan respons positif dan membuka ruang komunikasi bagi IPAC untuk menyampaikan gagasan maupun mendapatkan arahan terkait upaya organisasi dalam membantu membuka kesempatan kerja bagi para penerbang.

“Tadi Bapak Wakil Menteri Perhubungan sangat membuka ruang kepada kami untuk mendapatkan arahan, sehingga apa yang kami lakukan nantinya bisa memberikan manfaat, terutama bagi adik-adik kita yang baru lulus dan saat ini belum beruntung mendapatkan pekerjaan di Indonesia,” katanya.

Selain sektor penerbangan konvensional, IPAC juga melihat adanya peluang baru dalam perkembangan teknologi drone. Ade menyebutkan, terdapat perusahaan teknologi drone yang membutuhkan tenaga pilot untuk mengoperasikan perangkat tersebut.

Menurutnya, IPAC akan mencoba melakukan pendekatan dengan perusahaan terkait agar pilot Indonesia yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai dapat memperoleh kesempatan bekerja di sektor tersebut. Meski demikian, ia mengakui bahwa aspek regulasi dan ketentuan operasionalnya masih perlu diperjelas.

Peluang tersebut juga diharapkan dapat menjangkau para penerbang dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk lulusan sekolah penerbangan milik pemerintah maupun sekolah penerbangan swasta, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Ade menegaskan bahwa IPAC tidak hanya ingin menjadi organisasi yang terbatas pada alumni satu lembaga pendidikan penerbangan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan dan jaringan bagi pilot Indonesia secara lebih luas.

Saat ini, berdasarkan data yang disampaikan Ketua Umum, IPAC memiliki sekitar 2.803 anggota. Jumlah tersebut menjadi modal organisasi untuk membangun jaringan, memperkuat komunikasi, serta membuka kolaborasi yang lebih luas bagi para penerbang Indonesia.

“Kita tidak hanya melihat diri kita sebagai alumni Curug, tetapi saya berharap kita adalah pilot Indonesia. Kita harus membangun kebersamaan dan saling membantu untuk membuka kesempatan bagi sesama penerbang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang ingin berkarier di dunia penerbangan agar terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi, terutama penguasaan bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi pilot Indonesia untuk bersaing dan mendapatkan kesempatan bekerja di industri penerbangan internasional.

Ia menilai, meskipun Indonesia bukan negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, para pilot Indonesia yang bekerja di luar negeri harus mampu berkomunikasi dan menjalankan tugas profesional menggunakan bahasa tersebut.

“Pesan saya kepada adik-adik, belajar, belajar, dan terus belajar. Terutama kemampuan bahasa Inggris harus ditingkatkan. Saat ini banyak pilot Indonesia bekerja di luar negeri dan bahasa komunikasi yang digunakan adalah bahasa Inggris. Karena itu, kemampuan tersebut harus benar-benar kita kuasai,” tegasnya.

Ade juga menyoroti pentingnya membangun dan menjaga jaringan komunikasi antarpilot Indonesia, baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.

Menurutnya, jaringan tersebut dapat menjadi sarana berbagi informasi mengenai peluang pekerjaan di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, dan sejumlah negara lainnya.

Dengan komunikasi yang baik, pilot Indonesia yang sudah bekerja di luar negeri diharapkan dapat membantu memberikan informasi dan membuka akses kesempatan kerja bagi rekan-rekan sesama penerbang.

Ia juga mengingatkan bahwa industri penerbangan global saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak situasi geopolitik internasional. Karena itu, solidaritas, peningkatan kompetensi, dan perluasan jaringan profesional menjadi hal penting bagi keberlanjutan karier para pilot.

Kongres III IPAC Tetapkan Kepemimpinan Baru

Sebelumnya, Kongres III IPAC Tahun 2026 diselenggarakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Gedung Amphitheater PPSDM PU Curug. Dalam proses pemilihan Ketua Umum, terdapat tiga kandidat yang mengikuti kontestasi, yakni Capt. Ade Hendriady, Capt. Toto Soebandoro, dan Capt. AKBP Dr. Stefanus.

Melalui mekanisme kongres, Capt. Ade Hendriady terpilih untuk memimpin IPAC periode 2026–2029.

Prosesi pelantikan pada Minggu (1/11/2026) diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Penerbang Indonesia, pembacaan doa, serta pemutaran video perjalanan dan kegiatan Ikatan Pilot Alumni Curug.

Agenda dilanjutkan dengan sambutan sponsor utama, penyerahan plakat, sambutan Ketua Dewan Pengawas IPAC, sambutan Ketua Umum demisioner, serta pembacaan keputusan hasil Kongres III IPAC.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pengukuhan Capt. Ade Hendriady sebagai Ketua Umum IPAC periode 2026–2029, dilanjutkan ucapan selamat, foto bersama, dan sambutan perdana Ketua Umum terpilih.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan networking lunch, dialog alumni melalui agenda Captain Corner, serta ramah tamah sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota.

Mengusung tema “One Sky, One Pride”, Kongres III dan pelantikan kepengurusan baru IPAC menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebanggaan, dan solidaritas para pilot alumni Curug.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra, di antaranya JETBAC, Trigana Air, Lion Group, Gapura, Weststar Aviation Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya.

Dengan kepemimpinan Capt. Ade Hendriady, IPAC diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga berkembang menjadi jaringan profesional pilot Indonesia yang mampu membangun kolaborasi, memperluas kesempatan kerja, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri penerbangan nasional maupun internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *